Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

CarandImage.com

Tuesday, September 22, 2020

Hemolisa Darah Dan Krenasi

Hemolisa Darah dan Krenasi

 sehingga hemoglobin besar di dalam medium sanggup bebas dan berada di sekelilingnya Hemolisa Darah dan Krenasi
Hemolisa adalah pecahnya membran eritrosit, sehingga hemoglobin besar di dalam medium sanggup bebas dan berada di sekelilingnya. Kerusakan membran eritrosit sanggup disebabkan oleh penambahan larutan hipotonis, hipertonis ke dalam pedoman darah. Penurunan tekanan permukaan membran eritrosit, zat/unsur kimia tertentu, pemanasan dan pendinginan akan memunculkan ringkih lantaran ketuaan dalam sirkulasi darah dan lain-lain. Apabila medium disekitar wajah atau permukaan eritrosit menjadi hipotonis (karena penambahan larutan NaCl), maka medium tersebut akan masuk kedalam eritrosit lewat membran yang bersifat semipermeabel dan sanggup berakibat sel eritrosit mengembang. Bila membran tak punya pengaruh lagi menahan tekanan yang ada dalam sel eritrosit itu sendiri, maka sel itu akan pecah dan balasannya hemoglobin akan bebas lewat sekelilingnya. Sebaliknya jikalau eritrosit akan menuju keluar eritrosit, balasannya eritrosit akan keriput atau krenasi. Keriput ini sanggup dikembalikkan dengan cara menyertakan cairan isotonis.

Bila sel dimasukkan kedalam sebuah larutan tanpa memunculkan sel membesar atau mengkerut disebut larutan isotonis, oleh lantaran tidak terjadi pergeseran osmosis, yang terjadi hanyalah meningkatnya volume cairan ekstrasel. Larutan NaCl 0,9% atau dextrose 5% ialah pola larutan isotonis. Larutan isotonis berarti klinik yang penting lantaran sanggup diinfuskan kedalam darah tanpa membuat gangguan keseimbangan osmosis antara cairan ekstrasel dan intrasel.

Larutan yang jikalau sel dimasukkan kedalamnya akan memunculkan sel menjadi nanah disebut larutan hipotonis, oleh lantaran osmolaritas cairan ekstrasel akan berkurang, dan cairan ekstrasel akan masuk kedalam sel. Larutan NaCl yang konsentrasinya kurang dari 0,9% disebut larutan hipotonis.
 sehingga hemoglobin besar di dalam medium sanggup bebas dan berada di sekelilingnya Hemolisa Darah dan Krenasi

Larutan hipertonis ialah larutan yang jikalau sel dimasukkan kedalamnya akan memunculkan sel menjadi mengkerut oleh lantaran osmolalitas cairan ekstrasel akan meningkat dan memunculkan osmosis air keluar dari sel menuju ke cairan ekstrasel. Larutan NaCl yang konsentrasinya lebih dari 0,9% ialah larutan hipertonis.

Berbagai jenis cairan didalam klinik sering diberikan secara intravena untuk menyanggupi keperluan nutrisi penderita yang tidak sanggup menyanggupi keperluan nutrisi penderita yang tidak sanggup menyanggupi kebutuhannya secara oral. Yang sering digunakan dalah larutan glukose dan asam amino. Bila larutan ini diberikan, fokus dari bahan-bahan yang aktif secara osmotic akan diusahakan untuk mendekati isotonis, tau diberikan pelan-pelan sehingga tidak terusik keseimbangan osmotic cairan tubuh. Namun, setelah glukose atau asam amino dimetabolisme akan terjadi keistimewaan air. Dalam hal ini, ginjal akan mengekskresi keistimewaan air tersebut dalam bentuk urine yang encer.

Krenasi adalah kontraksi atau pembentukan nokta tidak wajar di sekeliling pinggir sel setelah dimasukkan ke dalam larutan hipertonik lantaran kehilangan air lewat osmosis. Secara etimologi krenasi berasal dari bahasa yunani yakni “Crenatus”. Krenasi terjadi lantaran lingkungan hipertonik (sel memiliki larutan dengan fokus yang lebih rendah dibandingkan larutan disekitar luar sel. Osmosis memunculkan pergerakan air keluar dari sel yang sanggup memunculkan sitoplasma menyusut volumenya, selaku akhir sel mengecil atau mengkerut.

Pada insan yang sehat derajat hemolisa darahnya sanggup disebabkan oleh kinain pada fokus 10-9m dengan level darah 5 x 10-5. Hal ini mungkin juga berlaku bagi darah penderita malaria. Pada fokus 10-6 metabolik kinin membuat derajat hemolisis yang lebih tinggi ketimbang kinin dengan fokus 10-2.

Krenasi adalah proses pengkerutan sel darah akhir adanya larutan hipotonis dan hipertonis. Faktor penyebab krenasi yakni adanya insiden osmosis yang memunculkan adanya pergerakan air dalam sel sehingga ukuran sel menjadi menyusut atau mengecil. Proses yang serupa juga terjadi pada tumbuhan yakni plasmolisis dimana sel tumbuhan juga mengecil lantaran dimasukkan dalam larutan hipertonik. Krenasi ini sanggup dikembalikkan dengan cara menyertakan cairan isotonis ke dalam medium luar eritrosit.

Hemolisis adalah pemecahan sel-sel darah sedemikian rupa sehingga terlepas dalam plasma. Hal ini disebabkan oleh toksis bakteri, bias ular, dan benalu darah serta zat-zat lainnya. Hemoglobin yang berada didalam plasma menyediakan warna merah dan kondisi tersebut dinamakan hemoglobinemia. Apabila hemoglobin dieksresikan di dalam urine, kondisi ini disebut hemoglobinuria.

Penghancuran sel-sel darah merah terjadi setelah mengalami tiga hingga empat bulan. Sel-sel darah merah mengalami disintegrasi, melepaskan Hb ke dalam darah dan debris sel yang rusak itu disisihkan dari sirkulasi oleh system makrofag yang berisikan sel-sel khusus di dalam hati, limpa, sum-sum tulang dan nod limfa. Sel-sel makrofag ini menjalankan fagositosis debris. Fragmennya dicerna dan dilepaskan ke dalam darah. Unsur protein globin dari hemoglobin mengalami degradasi menjadi asam amino.

No comments:

Post a Comment