Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

CarandImage.com

Monday, October 12, 2020

Mind Set Mencar Ilmu Berhasil Di Akademi Tinggi

Arti dan makna ’mind-set’

Apakah gotong royong yang dimaksud dengan „mind-set‟ , yang berisikan kata ‟mind‟ dan kata ‟set‟. Secara harafiah, bila dilihat di kamus 1 , arti kata ‟mind merupakan : “what a person thinks or feels; way o thinking, feeling, wishing; opinion, intention; purpose” . Apa yang dipikirkan atau dicicipi seseorang; cara seseorang berpikir, merasa, berharap, ber maksud, dan berniat ; Sedangkan kata „set‟ memamerkan banyak arti, antara lain yang bersesuaian dengan konteks mind merupakan : menyebabkan sesuatu, menyiapkan sesuatu untuk ditangani, menyebabkan seseorang melakukan sesuatu, nyetel, menata sesuatu untuk tujuan tertentu. Kaprikornus secara harafiah, „mind-set’ mempunyai arti : setelan/tatanan pikiran, perasaan, cita-cita seseorang dalam menghadapai situasi.

Dalam pemahaman teknis -Technical term, „Mind-set‟, yang juga disebut „mental-set’ merupakan   “ A habitual or characteristic mental attitude that determines how you will interpret and respond to situations” Dengan perkataan lain mind-set merupakan mentalitas atau perilaku mental yang telah mejadi kebiasaan seseorang, dan yang menentu kan bagai-mana dia memaknakan dan memberi respon terhadap suasana yang dihadapinya.

Mencermati defenisi mind-set di atas, mind-set merupakan peralatan mental ranah psikologik, yang memperoleh corak dari ranah spiritual; dan merupakan kecenderungan bertindak dalam suasana sebagaimana nampak kepadanya. Mind-set , selaku perilaku mental -mental attitude ( Gunarya, 1995) terbentuk dari apa yang diyakini (belief-cognitif), dicicipi ( affectif) dan diinginkan siap untuk diwujudkan dalam bentuk langkah-langkah (connatif-psiko-motor). Dengan demikian, terjadinya langkah-langkah seseorang disebabkan mind-set yang melahir kannya.  Selama seseorang tidak mengganti ’mind-set ‟nya selama itu pula arah tindakannya tidak berubah. Itu sebabnya, seyogyanya orang yang ingin maju , perlu memutahirkan ‟mind-set‟ nya sesuai dengan kemajuan diri dan lingkungannya.

Selanjutnya, mengapa kini mahasiswa ( Anda ) perlu menyetel kembali ‟mindset‟ Anda?

Mengapa harus nyetel mind set ??

Anda gres saja meninggalkan sekolah Lanjutan , dan gres beberapa hari mengikuti perkuliahan di Perguruan Tinggi. Barangkali, dari pengalaman beberapa hari ini, Anda sependapat bahwa ada perbedaan cara menuntut ilmu di sekolah lanjutan dengan cara menuntut ilmu di akademi tinggi.

Di sekolah Lanjutan ( Pertama maupun Atas) pada hakekatnya Anda menuntut ilmu fakta dan mekanisme dasar, yang lazimnya dilaksanakan dengan cara menghafal - memorization. Cara ini memang sesuai untuk mulai memperlajari bagaimana cara menuntut ilmu ( level pertama). Di Perguruan Tinggi, Anda dibutuhkan berpikir, sehingga Anda perlu menuntut ilmu bagaimana cara berpikir. Itu sebabnya memerlukan skill yang lebih dari skill menuntut ilmu yang selama ini Anda miliki. Apabila Anda enggan berpikir alasannya sudah biasa memperoleh apapun yang disodorkan -dijejalkan terhadap Anda, mempunyai arti mind-set Anda tidak sesuai.

Melalui menuntut ilmu di Perguruan Tinggi, seyogyanya Anda sanggup mentransformasi diri menjadi seorang pemikir kritis yang sanggup membedakan mana fakta dari opini; sanggup mengambil kesimpulan menurut data - yang punya keterbatasan; sanggup mengerti banyak sekali estimasi dibalik sebuah pernyataan atau kesimpulan; Bisa membuatkan penyelesaian dari persoal an yang dihadapi; Dapat mengekpresikan diri baik secara verbal, oral maupun tulisan. Untuk kebutuhan itulah Anda perlu mengkaji ulang mind-set Anda, apakah telah sesuai dengan ajakkan menuntut ilmu di Perguruan Tinggi.

Berikut ada sejumlah kiat untuk merawat ’mind set’ 
  1. Putuskan tujuan hidup Anda, jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek
  2. Rencanakanlah secara ‘backward’ ke hari ini, maka Anda akan tahu apa yang perlu hendak Anda laksanakan hari ini, dan setiap harinya ke depan.
  3. ‘Be open-minded ‘ terhadap ide ataupun pengalaman baru
  4. ‘Be whole-hearted ‘ dalam menjalani janji terhadap tujuan hidup yang telah kita pilih dan tentukan.
  5. ’Be responsible ’ untuk semua yang kita putuskan, laksanakan dengan segala konsekwensi dan resikonya.
  6. Bersiaplah maju, laksanakan proses pemutakhiran dari waktu ke waktu
  7. Secara praktikal, buatlah jurnal pribadi, alasannya dengan menuliskan jurnal eksklusif , Anda sanggup memperbesar kesadaran diri.

No comments:

Post a Comment