Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

CarandImage.com

Friday, October 30, 2020

Penyakit Susukan Pencernaan Unggas


Penyakit Saluran Pencernaan Unggas

1. Tipus unggas / Fowl thypoid (Berak Hijau)

Penyebab        : Bakteri  Salmonella gallinarum
Gejala klinis  :
Diare hijau
Hati membesar pucat, limpa dan ginjal membesar, dibarengi pendarahan
Kantong empedu meregang, peradangan pada duodenum
Kematian sanggup meraih 50%
Penularan       :
Feses, bangkai, perlengkapan dan pegawia kandang
Bisa menyerang ayam dewasa
Pengobatan  :  
Preparat sulfa, tetrasiklin atau furazolidone, tetapi tidak efektif
Pencegahan  :  
Memusnahkan  ternak terinfeksi lewat test darah
Vaksinansi jarang dilakukan

2. Pullorum (Berak Kapur)

Penyebab        : Bakteri  Salmonella pullorum
Gejala  :
Feses berwarna putih kapur, pantat kotor dan  bulu lengket
Kematian jaringan jantung, hati dan paru-paru
Caecum membesar berisi  material mengkeju
Pengecilan dan pengerutan indung telur
Penularan       :
Melalui induk terinfeksi terhadap telur
Melalui telur yang gres menetas   mesin tetas (egg borne disease)
Pengobatan  :  
Tidak efektif paada ayam petelur, cuma dijalankan pada ayam broiler dengan tunjangan preparat sulfa dan antibiotik
Pencegahan  :  
Melakukan test pullorum secara berkala
Mengeluarkan induk terinfeksi sehingga peternakan bebas pullorum

3. Coccidiosis (Berak Darah)

Penyebab        : Protozoa (Eimeria accervuline, Eimeria necatrix, Eimeria tenella, Eimeria maxima, Eimeria brumetti
1. Caecal coccidiosis  caecum : Eimeria tenella
Gejala :
Menyerang ayam hingga umur 12 minggu
Ayam tmapak lesu, nafsu makan turun
Jengger pucat, feses berdarah
2. Small intestinal coccidiosis  usus halus : Eimeria accervuline, Eimeria necatrix,
      Eimeria maxima, Eimeria brumetti 
“Menyerang ayam semua umur”

Gejala :
Hampir sama dengan caecal coccidiosis
BB turun, buatan telur turun
Penularan : feses terkotori yang mengandung oocyst
Pengobatan  :   Coccidiocil agent ???
Pencegahan  :  
Penambahan coccidiostat ke dalam ransum
Litter diusahakan senantiasa higienis dan kering

4. New Castle Disease (ND)

Penyebab        : Paramyxovirus
Penularan       :
Melalui feses terinfeksi atau pernafasan
Melalui  peralatan, pegawai sangkar dan burung liar

Ada 3 tipe tanda-tanda  :
Gejala pernafasan : radang trakhea, sukar bernafas
Gejala syaraf : kelumpuhan dan tortikoli
Gejala pencernaan : peradangan dan pendarahan di proventriculus intestin
Kerabang tipis, kadang tanpa kerabang
Mortalitas meraih 100%n indung telur
Pengobatan  :  Belum ada
Pencegahan  :  Vaksinasi

5. Fowl Cholera  (Kolera Unggas)

Penyebab        : Bakteri  Pasteurella cholera gallinarum
Gejala  :
Peradangan selaput lendir mata disertai keluar kotoran
Daerah muka, pial dan tulang membesar
Feses sungguh encer kadang berwarna kekuningan
Hati membesar berwarna gelap
Sendi kaki dan sayap bengkak, ayam jalan sempoyongan hingga lumpuh
Penularan       :
Pencemaran pakan/air minum oleh lendir ayam sakit
Kandang yang terlalu padat, kedinginan, sanitasi jelek
Pengobatan  :  
Antibiotik strptomicin, termicin atau sulfa
Pencegahan  :  
Vaksinasi pada umur 6 – 8 minggu

6. Kolibasilosis

Penyebab        : Bakteri  Escherchia coli
Gejala  :
Diare, bulunya kotor disekitar pantat
Radang kantong udara, perikarditis, perihepatitis
Getah fibrin menutupi sebagian besar hati
Penularan       :
Lingkunan sangkar yang berair dan kotor
Pengobatan  :  
Antibiotik
Pencegahan  :  
Melalui sanitasi perbaikan lingkungan, pakan dan air

7. Gumboro (Infectious Bursal Disease)

Penyebab        : Virus
Gejala  :
Bulu kusam dan diare belendir mengotori pantat
Angka simpulan hidup 5- 80% , angka kesakitan 100%
Bursa fabricus membengkak, getah melampaui normal/mengkeju, bentuknya membulat dan berwarna kuning hingga merah/mendarah
Oot paha dan dada mendara, ginjal bengkak

Pencegahan  :  
Melalui vaksinansi

No comments:

Post a Comment