Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

CarandImage.com

Friday, November 13, 2020

Metode Observasi Deskriptif


Metode Penelitian Deskriptif - Penelitian deskriptif yakni salah satu jenis observasi yang maksudnya untuk menyuguhkan citra lengkap mengenai setting sosial atau hubungan antara fenomena yang diuji (Wikipedia).

Penelitian. Penelitian deskriptif yakni observasi yang berupaya mendeskripsikan sebuah gejala, peristiwa, insiden yang terjadi pada ketika sekarang. (Sujana dan Ibrahim, 1989:65). Penelitian deskriptif memusatkan perhatian terhadap pemecahan masalah-masalah konkret sebagaimana adanya pada ketika observasi dilaksanakan.

Menurut Syah (2010) observasi deskriptif yakni sistem observasi yang digunakan untuk mendapatkan wawasan yang sekuas-luasnya terhadap objek observasi pada sebuah masa tertentu.  Sedangkan menurut  Setyosari (2010) ia menerangkan bahwa observasi deskriptif yakni observasi yang berencana untuk  menjelaskan atau mendeskripsikan sebuah keadaan, peristiwa, objek apakah orang, atau segala sesuatu yang terkait dengan variabel-variebel yang sanggup diterangkan baik dengan angka-angka maupun kata-kata.

Peneliti berupaya memotret insiden dan insiden yang menjadi sentra perhatiannya, kemudian menggambarkan atau melukiskannya sebagaimana adanya, sehingga pemanfaatan temuan observasi ini berlaku pada ketika itu pula yang belum pasti berkaitan bila digunakan untuk waktu yang mau datang. Karena itu tidak senantiasa menuntut adanya hipotesis.

Tidak menuntut adanya perlakuan atau manipulasi variabel, sebab tanda-tanda dan peristiwanya sudah ada dan peneliti tinggal mendeskripsikannya. Variabel yang diteiliti sanggup tunggal, atau lebih dari satu variabel, bahkan sanggup juga mendeskripsikan hubungan beberapa variabel. 

Jenis observasi deskriptif
 Penelitian survei
 Penelitian korelasional
 Penelitian studi kasus
 Penelitian pengembangan
 Penelitian tindak lanjut
 Penelitian analisis dokumen
 Penelitian ex post facto

Ciri-ciri Penelitian Deskriptif :
  1. Untuk menghimpun data yang relatif terbatas dari sejumlah permasalahan yang relatif besar jumlahnya.
  2. Lebih memprioritaskan pada penentuan isu tentang variabel ketimbang isu tentang individu.
  3. Digunakan untuk mengukur tanda-tanda yang ada tanpa menyelidiki kenapa tanda-tanda tersebut ada.
  4. Hasil observasi cuma dihidangkan sesuai dengan data yang diperoleh tanpa dilaksanakan analisis yang mendalam. Penyajian data hasil observasi sanggup berupa tabel distribusi frekuensi, tabel silang dan grafik. Perhitungan yang dilaksanakan cuma berupa persentase, proporsi, rata-rata, rate, rasio, simpangan baku, dan sesuai dengan skala ukuran data yang diperoleh.
  5.  Penelitian deskriptif ialah observasi kuantitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan variabel-variabel utama subjek studi, misalnya; umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status marital, sosial ekonomi, dan lain-lain diadaptasi dengan tujuan penelitian.
Bacaan :

Hidayat syah.2010.Pengantar Umum Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Verivikatif. Pekanbaru : Suska Pres.

Punaji Setyosari.2010.Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta : Kencana.

Tjutju Soendari. http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195602141980032-TJUTJU_SOENDARI/Power_Point_Perkuliahan/Metode_PPKKh/Penelitian__Deskriptif.ppt_%5BCompatibility_Mode%5D.pdf

No comments:

Post a Comment