Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

CarandImage.com

Wednesday, November 11, 2020

Penelitian Deskriptif Kualitatif


Penelitian - Penelitian deskriptif kualitatif berupaya menggambarkan suatu tanda-tanda sosial. Dengan kata lain observasi ini berencana untuk menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berjalan pada dikala studi. Metode kualitatif ini memamerkan isu yang lengkap sehingga berharga bagi pertumbuhan ilmu pengetahuan serta lebih banyak sanggup dipraktekkan pada banyak sekali masalah. Metode pengusutan deskriptif tertuju pada pemecahan duduk kendala yang ada pada masa sekarang. Metode ini menuturkan, menganalisa, dan mengklasifikasi ; menganalisa dengan teknik survey, interview, angket, observasi, atau dengan teknik test ; studi kasus, studi komperatif, studi waktu dan gerak, evaluasi kuantitatif, studi kooperatif atau operasional. Bisa ditarik kesimpulan bahwa metode deskriptif ini merupakan metode yang menuturkan dan menafsirkan data yang ada, misalnya mengenai suasana yang dialami, satu hubungan, kegiatan, pandangan, perilaku yang menampak, atau mengenai satu proses yang sedang berlangsung, efek yang sedang bekerja, kelainan yang sedang muncul, kecenderungan yang menampak, kontradiksi yang meruncing, dan sebagainya.

Tujuan utama observasi kualitatif yaitu untuk mengerti (to understand) fenomena atau tanda-tanda sosial dengan lebih menitik beratkan pada citra yang lengkap mengenai fenomena yang dikaji dibandingkan dengan memerincinya menjadi variabel-variabel yang saling terkait. Harapannya merupakan diperoleh pengertian yang mendalam mengenai fenomena untuk berikutnya dihasilkan suatu teori. Karena maksudnya berlainan dengan observasi kuantitatif, maka mekanisme perolehan data dan jenis observasi kualitatif juga berlainan (Rahardjo, 2010).

Setidaknya ada delapan jenis observasi kualitatif, yaitu etnografi (ethnography), studi urusan (case studies), studi dokumen/teks (document studies), pengamatan alami (natural observation), wawancara terpusat (focused interviews), fenomenologi (phenomenology), grounded theory, studi sejarah (historical research). Berikut uraian ringkas mengenai masing-masing jenis observasi itu (Rahardjo, 2010).

Seorang peneliti kualitatif yang menerapkan sudut pandang ini berupaya menginterpretasikan insiden dan insiden sosial sesuai dengan sudut pandang dari objek penelitiannya. Dalam observasi kualitatif, peneliti itu sendiri bertindak selaku instrumenpenelitiannya; yang mana selaku instrumen observasi peneliti mesti memiliki bekal teoridan pengetahuan yang luas, sehingga bisa bertanya, menganalisis, memotret danmengkonstruksi suasana sosial yang diteliti menjadi lebih terperinci dan memiliki arti (Sugiono:2008). Hal ini juga diperkuat oleh Margono (2004) yang menyatakan bahwa dengankarakteristik penelitiannya yang holistik (menyeluruh), peneliti dalam observasi kualitatifmemerlukan ketajaman analis (bersifat deskriptif analitik), objektifitas, sistematik dansistemik sehingga diperoleh ketepatan dalam interpretasi. Sebab, hakikat dari suatufenomena atau tanda-tanda bagi penganut observasi kualitatif yaitu totalitas atau gestalt.

Bacaan :

Rahardjo, M. 2010. Jenis dan Metode Penelitian Kualitatif. http://mudjiarahardjo.com/artikel/215.html?task=view. 

Margono, Drs. (2004). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT Rineke

Sugiyono, (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: AlfaBeta.

No comments:

Post a Comment