Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

CarandImage.com

Monday, November 9, 2020

Penyusunan Ransum Sapi Potong

Penyusunan Ransum Sapi Potong - Dalam penyusunan ransum, mesti diusahakan mudah-mudahan kandungan zat kuliner di dalam ransum sesuai dengan zat-zat kuliner yang diperlukan ternak untuk menyanggupi keperluan hidup pokok, untuk pertumbuhan, dan untuk berproduksi.  

Penyusunan Ransum Sapi Potong. Dalam sebuah kerja keras penggemukan, misalnya penggemukan sapi potong materi pakan merupakan aspek penentu kesuksesan kerja keras tersebut. Bahan makan dari penggemukan tersebut sanggup berupa pakan hijauan dan pakan penguat atau konsentrat. Pakan penguat merupakan materi pakan yang memiliki kadar serat agresif yang relatif rendah dan gampang dicerna. Hal ini sesuai dengan saran Sugeng (1996) yang menyatakan bahwa pakan penguat merupakan pakan yang berfokus tinggi dengan kadar serat agresif yang relatif rendah dan gampang dicerna. Bahan pakan penguat ini sanggup berupa jagng giling, menir, bulgur, hasil ikutan pertanian atau pabrik seumpama dedak, bekatul, bungkil kelapa ataupun molases.

Dapat dibilang bahwa sungguh sulit untuk mendapat satu jenis materi pakan yang kandungan zat-zatnya sesuai dengan keperluan ternak.  Oleh alasannya itu, dikehendaki variasi berbagai jenis materi pakan untuk disusun menjadi sebuah ransum yang seimbang.

Dalam penyusunan ransum ternak sapi potong bergotong-royong ada aneka macam macam cara. Salah satu diantaranya merupakan menggunakan pedoman-pedoman berupa : umur dan berat tubuh sapi, nilai Prdd (protein sanggup dicerna) dan martabat pati (MP) untuk keperluan hidup pokok dan perkembangan per hari. Hal ini sesuai dengan saran Sugeng (1996) yang meyatakan bahwa prdd (protein sanggup dicerna) merupakan hasil pencernaan protein agresif yang terdapat dalam sebuah materi pakan yang sanggup diabsorbsi oleh dinding usus sedangkan MP (martabat pati) merupakan angka yang memamerkan jumlah pati murni yang serupa dayanya dengan 100 kg materi pakan untuk membentuk lemak yang serupa banyaknya di dalam tubuh.

Sebagai pola : Nilai MP materi pakan jagung merupakan 81. Hal ini mempunyai arti bahwa setiap 100 kg materi bahan pakan tersebut berdaya cerna sama dengan 81 kg pati murni untuk membentuk lemak badan. Zat-zat pakan seumpama Prdd dan MP tadi di dalam tubuh dipergunakan untuk menyanggupi keperluan pokok hidup dan pertumbuhan. Jumlah keperluan zat pakan tersebut diputuskan oleh berat tubuh sapi yang bersangkutan. Berikut ini pola penyusunan ransum sapi yang  beratnya 250 kg. Dan, materi pakan yang tersedia ada 3 macam, yakni rumput lapangan, jagung dan dedak.

Dalam menegaskan materi pakan, terdapat beberapa wawasan penting yang mesti dipahami sebelumnya, yakni selaku berikut :
  1. Bahan pakan mesti gampang diperoleh dan sedapat mungkin terdapat didaerah sekitar sehingga tidak memicu permasalahan biaya transportasi dan kesusahan mencarinya.
  2. Bahan pakan mesti terjamin ketersediaannya sepanjang waktu dan dalam jumlah yang memadai keperluan.
  3. Bahan pakan mesti memiliki harga yang patut dan sedapat mungkin memiliki fluktuasi harga yang tidak besar.
  4. Bahan pakan mesti diusahakan jangan bersaingan dengan keperluan insan yang sungguh utama. Seandainya mesti menggunakan materi pakan yang demikian, usahakan mudah-mudahan materi pakan tersebut cuma berisikan satu macam saja.
  5. Bahan pakan mesti sanggup diganti oleh materi pakan lain yang kandungan zat-zat makanannya nyaris serata.
  6. Bahan pakan tidak mengandung racun dan tidak dipalsukan atau tidak menampakkan perbedaan warna, bau, atau rasa dari kondisi normalnya.
Dalam menyusun ransum, hal-hal berikut mesti diputuskan apalagi dulu yakni :
  1. Bahan yang mesti tersedia dan mesti dipahami hasil analisis zat-zat makanannya.  Komposisi zat-zat kuliner tersebut sanggup dipahami dari daftar analisis zat-zat makanan.  Akan tetapi,  yang terbaik merupakan dari hasil analisis laboratorium.
  2. Mengetahui kelas, tingkat umur, produksi, dan kondisi fisiologis ternak sapi yang bersangkutan.  Dengan demikian dipahami jumlah keperluan untuk hidup pokok, pertumbuhan, dan produksinya.
  3. Mengetahui data keperluan tiap zat kuliner untuk kondisi ternak sapi yang bersangkutan.
  4. Tentukanlah atas dasar apa penyusunan ransum tersebut dilakukan.  Apakah menurut kandungan energi dan proteinnya, jumlah zat kuliner sanggup dicerna (total digestible nutrient / TDN) atau yang lainnya.
  5. Harus dipahami margin of safety (batas tunjangan dari sebuah materi pakan yang tidak membahayakn ternak) dari materi pakan tersebut alasannya adanya faktor-faktor pembatas yang mempengaruhi keperluan akan pakan, seumpama perbedaan mutu materi pakan, penyimpanan, pembuatan ataupun suhu.
  6. Usahakan materi pakan terdiri atas materi pakan sumber nabati dan materi pakan sumber hewani mudah-mudahan sanggup saling menutupi kekurangan.
Referensi :

Undang Santosa.  2008. Mengelola peternakan Sapi Perah Secara Profesional. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sugeng. 1996. Sapi Potong. Penebar Swadaya, Jakarta.

Jika Anda ingin mendownload postingan di atas, silahkan klik link downloadnya di bawah ini:
Semoga postingan di atas "Penyusunan Ransum Sapi Potong" sanggup berfaedah buat Anda...

Jika Anda kesusahan untuk mendownload file, silahkan baca klarifikasi metode mendownload file di blog kami di postingan "Tata Cara download File di Blog "



No comments:

Post a Comment