Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

CarandImage.com

Thursday, March 4, 2021

Diperkenalkan Sebagai Bahan Bakar Baru, Seefektif apa Kinerja B30 untuk Kendaraan?

Uji coba bahan bakar B30 pada truk biodiesel Mitsubishi Fuso telah dilakukan pada tahun 2020 lalu. Percobaan yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM itu menunjukkan bahwa Mitsubishi Fuso tak menunjukkan perubahan daya yang signifikan dibanding truk yang menggunakan bahan bakar B20. Meski demikian, bahan bakar truk atau kendaraan niaga terbaru ini memiliki manfaat yang lebih banyak.


Memang, seberapa efektif, sih, bahan bakar ini untuk kendaraan? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.


Efektivitas B30 pada Kendaraan


Andriah Feby Misna selaku Direktur Bioenergi Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi atau EBTKE Kementerian ESDM mengungkapkan implementasi biodiesel yang mencakup B30 sudah melewati perencanaan matang dan sistematis. Serangkaian uji konstruktif dan komprehensif diharapkan dapat menekan risiko dan kerugian, baik terhadap kendaraan maupun lingkungan.


Hal tersebut dibuktikan dengan pemakaian fatty acid methyl ester dari kelapa sawit yang diproses sebagai salah satu bahan dasar B30 yang dikatakan lebih aman dibandingkan solar. Kemudian, saat performa B30 diuji di dataran tinggi Dieng, mesin kendaraan yang menerima bahan bakar tersebut memperlihatkan start ability yang mulus setelah bahan bakar didiamkan (soaked) selama 21 hari. Kemudian pada trek lurus, mobil mempunyai kestabilan yang baik dan dapat melaju dengan kecepatan maksimal 100 kilometer per jam.


Feby lantas menegaskan ada tiga faktor yang memengaruhi keberhasilan B30. Antara lain mutu bahan bakar, penanganan bahan bakar, serta kompatibilitas material terhadap bahan bakar. Masalah seperti kerusakan pada injektor bisa saja terjadi akibat ketidaksesuaian salah satu atau semua faktor yang disebutkan.


Bahan Bakar B30 sebagai Penerus dari B20


Sebelumnya, pemerintah sudah menganjurkan masyarakat untuk menggunakan B20 sebagai bahan bakar kendaraan. Pada 2018, sekitar 3,75 juta kiloliter B20 yang dikonsumsi masyarakat untuk kendaraan telah menghemat devisa negara hingga USD1,89 miliar (setara dengan Rp26,27 triliun). Hal ini pun menciptakan lapangan kerja untuk lebih dari 400 ribu orang dan meningkatkan kualitas lingkungan sampai 5,61 juta ton CO2.


Pada tahun berikutnya, konsumsi B20 meningkat hingga 6,36 juta kiloliter (per 15 Januari 2020) dengan penghematan devisa hingga USD2,92 miliar (setara dengan RP42,05 triliun) dan mampu membuka lapangan kerja untuk lebih dari 800 ribu orang. Adapun peningkatan kualitas lingkungan yang dihasilkan mencapai 9,51 juta ton CO2.


Sebagai penerus B20, B30 diharapkan dapat meningkatkan penyerapan CPO sampai 2,6 juta ton (setara dengan Rp9,16 triliun) beserta pemakaian biodiesel sebesar 9,59 juta kiloliter. Penghematan devisa yang menjadi dampaknya diprediksikan akan mencapai USD4,40 miliar (setara dengan Rp63,40 triliun). Sementara lapangan kerja yang muncul dapat tersedia untuk 1,2 juta orang dengan peningkatan mutu lingkungan 14,34 juta ton.


Dengan perkiraan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memakai B30 sebagai bahan bakar baru kendaraan untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis.

No comments:

Post a Comment