Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini

CarandImage.com

Monday, October 11, 2021

Tips Menghitung Umur Kehamilan Ala SehatQ

Metode menghitung umur dengan kalkulator kehamilan bila haid tidak tertib dapat dicoba dengan dorongan dokter isi buat mengukur panjang bakal anak dari sisi satu ke sisi lain.

Metode menghitung umur kehamilan bila haid tidak tertib butuh dikenal, mengingat menghitung umur kehamilan umumnya didasarkan atas hari awal haid terakhir.


Lalu, gimana metode menghitung umur kehamilan bila haid tidak tertib?

Memanglah, buat mengetahui terdapatnya ciri kehamilan, Kamu dapat mengeceknya dengan test pack. Tetapi, pasti perihal ini berbeda dengan menghitung umur kehamilan.

Biasanya, proses kehamilan terjalin sepanjang 40 pekan. Patokan tersebut digunakan buat memprediksi hari kelahiran. Tetapi, berbadan dua sepanjang 38-- 42 pekan ialah perihal yang wajar pula. Perihal ini juga dipaparkan pada studi terbitan Human Reproduction.

Siklus haid tidak tertib bila terjalin kurang dari 21 hari ataupun lebih dari 35 hari, dihitung semenjak hari awal haid terakhir.

Siklus tidak beraturan pula dapat terjalin bila jaraknya berbeda jauh dari bulan ke bulan, misalnya pada siklus bulan Maret merupakan 23 hari, tetapi di bulan April dapat hingga 34 hari.

Keadaan ini kadangkala kala membuat perempuan tidak menyadari dirinya tengah memiliki di masa- masa dini kehamilan.

Dampaknya, penghitungan umur kehamilan sekalian hari ditaksir lahir( HPL) wajib dicoba dengan tata cara tidak hanya HPHT.

Gimana metode menghitung umur kehamilan bila haid tidak tertib?

Bila Kamu tercantum perempuan yang hadapi siklus haid tidak beraturan, Kamu tidak sendirian sebab ini tercantum permasalahan yang lumayan awam terjalin.

Pertumbuhan teknologi dikala ini pula telah membolehkan dokter buat mengenali metode menghitung umur kehamilan bila haid tidak tertib dengan bermacam- macam tata cara.

Berikut metode menghitung umur kehamilan bila haid tidak tertib dilihat dari bermacam keadaan:

1. Mengingat minggu terbentuknya HPHT

Bila Kamu tidak ingat bertepatan pada persisnya hadapi haid, dokter ataupun bidan hendak memohon Kamu buat mengingat hari terakhir haid bersumber pada pekannya. Dari sinilah dokter hendak memprediksi umur kehamilan sekalian HPL Kamu.

2. Kalkulasi sederhana

Metode menghitung umur kehamilan bila haid tidak tertib ini dicoba apabila siklus Kamu senantiasa lebih panjang dari 28 hari.

Dalam permasalahan ini, perhitungan umur bakal anak masih dapat dicoba dengan roda kehamilan, tetapi kalkulasi simpel pula jadi perihal yang berarti dicoba.

Apabila Kamu mempunyai siklus haid rata- rata merupakan 35 hari misalnya, hingga masa produktif( ovulasi) Kamu mungkin jatuh pada hari ke- 21. Siklus haid pada paruh kedua biasanya terjalin dalam jangka waktu 14 hari.

Mengurangi masa produktif itu dengan 14, hingga Kamu hendak menciptakan hari awal haid terakhir( HPHT) yang sudah disesuaikan serta bisa dijadikan input pada roda kehamilan buat memastikan umur kehamilan ataupun HPL.

Contohnya, siklus haid Kamu 35 hari dengan HPHT dini 1 Oktober serta masa ovulasi jatuh pada hari ke- 21, hingga HPHT penyesuaian Kamu merupakan 8 Oktober( 21- 14+1 Oktober). Bertepatan pada 8 Oktober inilah yang dicocokkan dalam roda kehamilan.

3. Dengan ultrasonografi

Apabila Kamu sama sekali tidak ingat dengan bertepatan pada haid terakhir, metode mengecek umur kehamilan bila haid tidak tertib merupakan dengan melaksanakan ultrasonografi( USG).

Pengecekan USG membolehkan dokter buat mengenali crown- rump length( CRL) alias panjang bakal anak dari sisi satu ke sisi lain.

Pengecekan ultrasonografi ini ialah metode menghitung umur kehamilan bila haid tidak tertib yang sangat kerap digunakan oleh dokter sebab dikira yang sangat akurat dalam memastikan umur kehamilan di trimester dini.

Apalagi, USG sering dijadikan tata cara memastikan HPL, sekalipun pada perempuan berbadan dua yang mempunyai siklus haid relatif lebih tertib.

Metode menghitung umur kehamilan lainnya

Tidak hanya memakai cara- cara di atas, dokter dapat mengambil jalur lain buat memperkirakan umur kehamilan Kamu, misalnya:

1. Perhitungan inseminasi

Pada perempuan yang berbadan dua dengan dorongan kedokteran, misalnya melaksanakan prosedur balita tabung, umur kehamilan relatif lebih gampang dikenal.

Alasannya, perhitungan waktu kehamilan bisa diawali semenjak sel telur yang sudah dibuahi secara in vitro dimasukkan( inseminasi) ke dalam rahim.

2. Dimensi rahim

Tidak tidak sering, dokter mengukur rahim melalui USG selaku metode menghitung umur kehamilan bila haid tidak tertib.

Pengukuran rahim pula dapat dicoba dengan metode pengecekan raga manual, ialah dengan pita ukur.

Tetapi, langkah ini dapat tidak akurat bila perempuan tersebut berbadan dua bakal anak kembar, mengidap fibroid rahim, ataupun mau buang air besar.

Pada pengecekan raga ini, Kamu dapat menghitung kehamilan dengan mengukur jarak antara tulang kemaluan serta rahim semenjak 12 pekan dari HPHT.

Sedangkan, perhitungan dengan patokan jarak tulang rahim ke pusar merupakan 20 pekan sehabis periode haid terakhir.

3. Perhitungan kombinasi

Pada kehamilan terjalin secara alamiah, buat menghitung umur kehamilan, dokter umumnya mencampurkan antara HPHT serta ultrasonografi yang pula diketahui dengan ketentuan 10- hari ataupun 7- hari.

Ketentuan 10- hari merupakan perhitungan umur kehamilan yang didasarkan atas HPHT bila hasil pemindaian USG pula menampilkan umur kehamilan yang sama, ataupun berbeda tidak lebih dari 10 hari.

Bila perbandingan di antara keduanya lumayan signifikan, hingga dokter mungkin besar hendak mendasarkan umur kehamilan pada perhitungan USG dengan mengukur CRL.

Tetapi pada bakal anak yang berdimensi besar, misalnya dengan CRL lebih dari 84 milimeter, hingga dokter kembali hendak mengukur lingkar kepala( head circumference ataupun HC) buat memastikan umur bakal anak serta kehamilan Kamu.

Catatan dari SehatQ.com

Metode menghitung umur kehamilan bila haid tidak tertib dapat dicoba dengan rumus tertentu.

Tidak hanya itu, mengecek umur kehamilan bila haid tidak tertib pula dapat dicoba dengan pengukuran raga sampai memakai USG. 

No comments:

Post a Comment